KOTA METRO – Gelombang kesedihan dan kekecewaan mendalam tidak hanya menyelimuti jutaan penggemar tim nasional Portugal di seluruh dunia, tetapi juga terasa hingga ke area parkir Markas Koramil 411-01/Metro. Langkah Selecao das Quinas resmi terhenti secara dramatis di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium, Texas. Kekalahan tipis ini menjadi akhir yang memilukan bagi para pendukung yang mendambakan sang megabintang, Cristiano Ronaldo (CR7), mengangkat trofi emas di penghujung kariernya.
Sejak Senin (06/07) malam, antusiasme para pencinta sepak bola di wilayah Metro sudah terasa di sekitar Koramil. Mereka rela terjaga demi menanti peluit kick-off babak 16 besar yang dimulai pada Selasa (07/07) pukul 02.00 WIB dini hari. Sebanyak 20 prajurit TNI dan 15 warga sekitar melebur menjadi satu, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat di tengah dinginnya malam.
Namun, riuh sorak dan ketegangan sepanjang laga berubah menjadi keheningan total saat memasuki menit ke-90. Gol telat dari pemain Spanyol, Mikel Merino, tidak hanya menyegel kemenangan La Roja, tetapi juga memupus ekspektasi besar yang telah dirajut sejak awal turnamen. Kekalahan di detik-detik akhir pertandingan ini membuat para pendukung Portugal di Koramil 411-01/Metro tertunduk lesu dan enggan berkomentar banyak.
"Ini lebih dari sekadar kekalahan biasa. Kita semua tahu ini kemungkinan besar adalah Piala Dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Melihatnya harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk tanpa trofi yang paling didambakan tentu menjadi momen yang cukup emosional bagi kami yang mengidolakan sosoknya," ujar salah satu Babinsa Koramil 411-01/Metro yang turut menyaksikan laga tersebut.
Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., Danramil 411-01/Metro Kapten Inf Rudiyanto yang ikut berbaur dalam lingkaran penonton menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan nonton bareng (nobar) ini adalah untuk merawat kedekatan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Sepak bola itu memiliki magis tersendiri yang mampu menyatukan siapa saja tanpa memandang latar belakang. Melalui momen nobar ini, kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan yang murni. Kami ingin warga merasa bahwa Koramil ini adalah rumah mereka juga. Semoga kekalahan tim idola malam ini tidak menyurutkan semangat warga untuk terus hadir meramaikan nobar hingga babak final puncak Piala Dunia 2026 nanti,” ujar Kapten Inf Rudiyanto sambil tersenyum.
Kegiatan nonton bareng berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban meskipun diwarnai drama di atas lapangan hijau. (DL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar