Majalah Saung Teritori
Di saat jutaan pasang mata saling menatap sanak dan saudara serta keluarga dengan penuh suka cita, juga deru mesin kendaraan pemudik memadati aspal menuju kampung halaman, ada detak jantung yang tetap tenang dalam kesiagaan. Mereka adalah para prajurit TNI, Polri, Dinas Kesehatan sampai kepada Relawan yang memilih meletakkan kerinduan keluarga di bawah payung tanggung jawab kepada Bangsa, Negara dan juga masyarakat.
Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan,S.H.,M.I.P. dalam amanatnya kepada prajuritnya mengatakan, "Bagi seorang prajurit, Idul Fitri tidak selalu identik dengan aroma ketupat di meja makan rumah atau pelukan hangat orang tua. Sering kali, "Lebaran" mereka adalah deru angin di pos perbatasan yang sunyi, debu jalanan di Pos Pengamanan/Pelayanan (Pospamyan), atau dinginnya malam di daerah misi perdamaian Luar Negeri Satgas Garuda di bawah kibaran bendera PBB, shalat Id dilaksanakan di tanah rantau, membuktikan bahwa dedikasi melampaui batas-batas geografi," ujarnya.
Perwira Menengah yang pernah melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI - PNG Kewilayahan ini melanjutkan, "Di balik keteguhan itu, ada kisah haru dari para istri dan anak-anak prajurit di rumah masing-masing. Mereka adalah pahlawan yang ikhlas tak pulang mudik, merayakan hari kemenangan di balik tegarnya wajah dihiasi senyuman demi menemani sang suami menunaikan tugas negara. Namun, bagi prajurit yang beruntung mendapatkan cuti, momen pulang menjadi sebuah oase sebuah kemewahan singkat untuk melepas rindu sebelum kembali ke tugas utama," lanjutnya.
"TNI bersinergis bersama Polri, Dinas Kesehatan maupun relawan terkait, tidak hanya menjaga kondisi kondusif wilayah, tetapi juga menjadi napas bagi nadi kemanusiaan. Tak hanya melakukan pengamanan dan pelayanan semata, mereka tetap bersiaga memastikan bahwa setiap tawa di hari raya adalah hasil dari kewaspadaan yang tak pernah pudar hanya karena rasa lelah," tutup pemegang Satya Lencana Wira Nusa ini mengakhiri amanatnya.
Kisah TNI, Polri dan unsur terkait lainnya di hari Lebaran adalah potret nyata tentang pengorbanan. Bagi mereka, kemenangan sejati bukan hanya saat mampu menahan lapar dan dahaga selama Ramadan, melainkan saat melihat seluruh rakyat Indonesia bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan damai. Sebab bagi prajurit, "Keluarga adalah rumah, dan NKRI adalah tiang utama penyangga yang tak boleh ditinggal sedetik pun." (DL)



.jpeg)



.jpeg)


















.jpeg)



.jpeg)




