Majalah Saung Teritori
Semboyan TNI AD Kuat Bersama Rakyat bukan sekadar slogan, namun fakta hidup yang terukir nyata di lokasi pembangunan Jembatan Sungai Way Tipo, Kelurahan Gunung Sugih. Penuh perjuangan, saat jajaran Koramil 411-12/Gunung Sugih Kodim 0411/Kota Metro bersama masyarakat berhiaskan semangat dalam kegiatan melansir material untuk pondasi bangunan Jembatan Gantung Garuda, Kamis (21/05/2026).
Jiwa pengabdian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali diuji dan dibuktikan di lapangan. Di bawah naungan payung langit mendung yang menyelimuti Kelurahan Gunung Sugih, jajaran Koramil 411-12/Gunung Sugih Kodim 0411/Kota Metro terus menunjukkan militansi tinggi dengan memacu percepatan pembangunan jembatan Sungai Way Tipo.
Meski cuaca kurang bersahabat dan ancaman arus sungai yang fluktuatif membayangi, semangat Sertu Agus Purnomo beserta belasan prajurit lainnya tidak surut sedikit pun demi mewujudkan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian dan akses mobilitas warga setempat.
Lokasi pembangunan di pinggiran Sungai Way Tipo tampak menjadi medan perjuangan nyata. Sebanyak 15 personel TNI dari Koramil 411-12/GS bahu-bahu bersama 8 orang tukang ahli, 7 orang warga masyarakat, serta 1 orang teknisi lapangan. Di bawah komando taktis di lapangan, seluruh personel dibagi ke dalam beberapa titik krusial guna mengejar target fungsional jembatan.
Adapun sasaran pekerjaan fisik yang digempur secara simultan pada hari ini meliputi: Pelangsiran Material: Memindahkan secara manual material-material berat menyeberangi arus Sungai Way Tipo ke sisi seberang.
Pemasangan Batu Pondasi: Penataan batu belah secara presisi untuk memperkokoh dudukan jembatan di seberang sungai. Perakitan Besi Pondasi & Tiang: Penjalinan besi-besi ulir raksasa sebagai struktur tulang utama penahan beban. Perakitan Papan Cor: Pemasangan bekisting (cetakan kayu/triplek) untuk tiang dan pondasi seberang. dan Pengecoran: Proses finishing pengisian semen pracetak pada struktur tiang.
Besarnya skala perjuangan ini tecermin dari volume material yang harus ditaklukan oleh otot-otot kekar para prajurit dan warga. Tidak kurang dari 100 batang besi ulir ukuran 13 inci, 50 batang besi ulir 16 inci, serta 10 ikat ditambah 20 kg kawat bendrat dirakit secara manual menggunakan 10 buah mata gerinda besi.
Dukungan material berat berupa 4 rit batu belah, 3 rit batu split, 6 rit pasir, serta 105 sak semen terus diaduk dan dialirkan menggunakan 5 buah bak cor serta 10 buah ember cor. Untuk memastikan kekuatan cetakan, 20 kg paku, 20 ikat kayu kasau, dan 5 lembar triplek dipasang dengan presisi mengikuti tarikan satu gulung benang pembatas.
Di tempat terpisah, Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., melalui Danramil 411-12/GS Kapten Inf Suprobo menegaskan bahwa jembatan Sungai Way Tipo ini bukan sekadar bangunan fisik bentangan besi ataupun kokohnya semen belaka. Lebih dari itu, jembatan ini adalah wujud nyata dari kehadiran TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.
"Meskipun cuaca mendung dan medan berlumpur pasca-hujan, keringat yang mengucur dari para prajurit dan warga di Sungai Way Tipo adalah bukti otentik bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat di Lampung Tengah tidak bisa digoyahkan oleh cuaca buruk sekalipun. Kita ingin jembatan gantung ini segera berdiri kokoh agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan hasil tani masyarakat bisa lancar dipasarkan," tegasnya. (DL)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar