Minggu, 30 September 2018

Doa Bersama dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke 73 Tahun 2018



Majalah Saung Teritori. Minggu, 30 September 2018, pukul 17.00 Wib, Masjid Ittihad Makodim 0411/LT terlihat dipenuhi oleh Prajurit-prajurit berbaju loreng menggunakan peci, tidak hanya para prajurit, ASN dan Persit KCK Cabang XXXI ikut serta dalam suasana damai tersebut.

Duduk rapi berwajah tenang para prajurit Kodim 0411/LT menunjukkan bahwa mereka siap untuk melaksanakan Doa Bersama dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke-73.

Hadir dalam Doa Bersama tersebut Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin, S.E., M.Si., Kasdim 0411/LT Mayor Inf Ucok Namara, Ketua Persit Cab.XXXI Dim 0411/LT Rem 043/Gatam Ny. Eka Pratiwi Burhannudin, Pabung Kab. Lamteng, Pabung Kab. Lamtim, Perwira Staf Kodim 0411/LT beserta anggota, Danramil Jajaran Kodim 0411/LT beserta anggota, ASN dan Pengurus Persit KCK Dim 0411/LT.

Sekitar 120 jamaah Masjid Ittihad tersebut dengan khusyuk membuka acara Doa Dersama dengan membaca Surat Al Fatihah lalu mendengarkan sambutan Dandim 0411/LT tentang bagaimana Jati Diri Prajurit sebagai benteng Negara yang memiliki kepribadian yang teguh, disiplin dan tetap mengingat para jasa Pahlawan yang sudah menorehkan bait-bait Sejarah NKRI sehingga Negara Indonesia tetap jaya dan di ridhoi oleh Allah SWT.


Acara dilanjutkan dengan Tausiah/ceramah yang diisi oleh KH. Nurlaili Al Habib pimpinan Ponpes Raden Katong  Sekampung Kabupaten Lampung Timur dengan mengambil tema “Pancasila merupakan Dasar Negara yang sesuai dengan tuntunan  Al-Quran, sehingga Pancasila harus dijaga kemurnian isinya agar langgeng di terapkan dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Usai Tausiah Para Prajurit Melaksanakan Sholat Magrib Berjamah dilanjutkan Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil kemudian berdoa bersama untuk keselamatan bangsa serta kejayaan TNI, memohon ampunan bagi para pahlawan serta tidak lupa berdoa agar kesabaran dan ketabahan dilimpahkan kepada masyarakat Palu yang sedang mengalami musibah bencana alam.

Sholat Isya berjamaah diakhiri bersalaman menjadi tanda berakhirnya acara doa bersama dan pukul .20.00 Wib para prajurit keluar dari Masjid Ittihad dengan hikmat dan tertib. (DL)





Senin, 24 September 2018

DANDIM 0411/LT TES URINE MENDADAK ANGGOTANYA


Majalah Saung Teritori. Senin, 24 September 2018 Usai Upacara Pembukaan Minggu Militer tiba-tiba Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin,S.E.,M.Si memerintahkan anggotanya untuk berkumpul di Lapangan Apel Makodim 0411/LT. Tiba-tiba Anggota Unit Intel, Provost serta Tim Kesehatan Kodim 0411/LT merapat ke lapangan lalu menyusun meja panjang dan mengeluarkan gelas-gelas plastik kosong bersih, beberapa Provost ditemani Anggota Unit Intel tampak mulai berdiri di depan kamar kecil Makodim yang terletak di depan Lapangan Apel.


Tanpa banyak isyarat Dandim 0411/LT memerintahkan Kasdim 0411/LT Mayor Inf Ucok Namara, Pabung Lamtim Mayor Kav. Joko S., Pabung Lamteng Mayor Inf Bagus, para Perwira Staf mulai dari Pasi Intel Lettu Inf Gustian, Pasi Ops Kapten Inf Tambunan, Pasi Ter Kapten Inf Sabar, Pasi Log Kapten Czi Indhu F. dan Pasi Pers Lettu Czi Emilsyah, tidak tanggung-tanggung Danunit Intel Lettu Tri Y. juga diminta untuk berdiri menjadi satu barisan kemudian diperintahkan untuk memasuki kamar kecil untuk segera melaksanakan TES URINE.


Terlihat wajah-wajah tenang para Perwira Kodim 0411/LT, dimulai dari Kasdim dilanjutkan para perwira lainnya, urine masing-masing diletakkan di meja panjang lalu para perwira tersebut berdiri di dekat gelas berisi urine masing-masing, disaksikan oleh Dandim 0411/LT dan Anggota Unit Intel serta Provost, Tim kesehatan langsung menguji urine para Perwira Staf Kodim 0411/LT dengan menggunakan alat Tes Narkoba. Seperti yang diduga sebelumnya, pemilik wajah-wajah tenang itu dinyatakan NEGATIVE dalam menggunakan Narkoba.


Letkol Czi Burhannudin,S.E.,M.Si menahan senyum bangganya terhadap perwira-perwira yang selama ini membantunya agar tidak terlihat, semua itu dikarenakan baru permulaan, wajah Kasdim, Pabung dan para Perwira Staf terlihat sumringah dengan hasil yang memang pantas mereka terima, Melihat hasil negative pada permulaan maka Dandim 0411/LT menunjuk secara acak 50 Anggotanya yang terdiri dari Staf Makodim, Danramil serta anggotanya meliputi Bintara dan Tamtama, tidak sampai disitu 10 ASN yang mengikuti Apel Minggu Militer diperintahkan untuk ikut tes urine.


Wajah Dandim 0411/LT baru terlihat tersenyum bangga saat semuanya terbukti NEGATIVE, dengan tegas Dandim mengucapkan terima kasih atas kedisiplinan anggotanya untuk tidak telibat ataupun memakai NARKOBA "Saya ucapkan terima kasih kepada Perwira, Bintara, Tamtama dan juga ASN Kodim 0411/LT yang membuktikan bahwa kita Anggota Kodim 0411/LT BEBAS NARKOBA, semua ini saya lakukan agar Kodim kita tidak lengah dan lupa bahwa NARKOBA adalah musuh Negara!!!"  ujar sang Komandan dengan nada lembut namun tegas. (DL)


Kamis, 20 September 2018

Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan


Majalah Saung Teritori. Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change  sekaligus  berwawasan kebangsaan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan "Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara", di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang,  Kamis (20/9/2018).

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

“Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20," ujar Wakasad.

Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang  menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

"Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya”, tegas Wakasad.

Dihadapan  714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan  Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad  mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar dibidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

"Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan  inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur,” papar Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan  berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga.

Sedangkan di dalam negeri, ditengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa.

“Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan  tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama dimasa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang  seperti  thread, cyber thread,  inequality thread dan lain sebaginya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa, "  terang Wakasad

"Kalian harus sadari dan  pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara  kita yang demikian besar” ujar Wakasad.

Menurut Wakasad untuk menghadapi tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal  dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari  pendidikan formal.

“Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter  untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan” urai Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad  berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

"Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally," sambung Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan.

“Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa”, pungkas Wakasad.

Sebelumnya ditempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan  Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya
literasi baru dalam menghadapi persaingan  global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber  Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/ FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc.(Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum.

Dalam seminar tersebut hadir  Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya. (Dispenad)

Senin, 17 September 2018

Piala Panglima TNI 2018 ajang unjuk prestasi dan momen tingkatkan soliditas sesama patriot bangsa


Majalah Saung Teritori. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, memimpin upacara laporan kontingen TNI AD dalam rangka mengikuti kejuaraan Piala Panglima TNI tahun 2018 di Aula A.H. Nasution, Mabesad Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Sebanyak 240 personel Kontingen TNI AD, yang terdiri dari 186 atlet, 37 ofisial, dan 17 orang pendukung tersebut akan berkompetisi pada gelaran Piala Panglima TNI 2018 yang merupakan ajang rutin tahunan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun TNI, sebagai ajang puncak pembinaan olahraga tertinggi di jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Upacara laporan dan pelepasan Kontingen TNI AD yang akan berlaga pada Piala Panglima TNI ini juga dihadiri oleh Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa, Irjenad Mayjen TNI Johny L. Tobing, para asisten Kasad, Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan para Kabalakpus TNI AD.

Para atlet tersebut akan bertanding pada dua event perlombaan yaitu Pertandingan Olahraga (POR) Piala Panglima TNI yang akan diselenggarakan 18 sampai 28 September, meliputi tiga cabang olahraga yaitu sepak bola, bola voli, dan tenis lapangan. Serta Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI yang akan diselenggarakan pada 21 - 23 September  2018 dengan mempertandingkan kelas kata dan kumite, baik perorangan maupun beregu untuk putra dan putri.

Kasad mengungkapkan, Piala Panglima TNI merupakan parameter keberhasilan pembinaan olahraga di tiap Angkatan  sebagai wujud komitmen TNI untuk membentuk prajurit-prajurit profesional yang memiliki fisik prima yang dilandasi sportivitas yang tinggi.

 “Melalui event ini diharapkan akan muncul bibit-bibit atlet yang potensial sebagai wakil-wakil TNI di event olahraga tingkat nasional, regional bahkan dunia,” ungkap Jenderal TNI Mulyono.

Dikatakan Kasad, harapan tersebut sejalan dengan prestasi yang telah diukir atlet-atlet TNI AD. Dalam pesta olah raga Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang lalu, TNI AD telah menunjukkan perannya dalam memajukan olahraga nasional dengan turut menyumbangkan medali.

“ Jaga komitmen sportivitas dan pertahankan prestasi  sebagai juara umum dan raih kembali Piala Bergilir Panglima TNI, sebagaimana yang sudah kita lakukan dengan konsisten selama 13 kali berturut-turut pada event yang sama, “ harap Kasad.

Disampaikan Kasad dihadapan para atlet TNI AD yang akan berlaga di Piala Panglima TNI,  medali emas dari cabang karate yang dipersembahkan oleh Serda Rifki Ardiansyah Arrosyid merupakan salah satu contoh dari hasil kerja keras dan ketekunan bertahun-tahun yang berbuah manis.

“ Saya berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri bagi saudara untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam pertandingan nanti, “ tegas Kasad

Pada ajang olahraga bergengsi tingkat TNI tersebut,  TNI AD telah 13 kali sebagai juara umum berturut-turut dan mampu mempertahankan Piala Bergilir Panglima TNI. Pada penyelenggarakan  Piala Panglima TNI tahun 2017 yang lalu, dari 10 medali emas yang diperebutkan, kontingen TNI AD meraih 8 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Kasad  mengingatkan bahwa Piala Panglima TNI bukanlah semata-mata mengenai kompetisi belaka. Ajang ini juga bertujuan untuk mempererat  ikatan batin dan persaudaraan dengan para prajurit dari matra lain.

“ Manfaatkanlah momen kejuaraan ini untuk meningkatkan soliditas dan memupuk rasa saling percaya serta saling menghargai antara sesama patriot bangsa, “ tutup Kasad diakhir amanatnya. (Dispenad)

Jumat, 14 September 2018

Kasad: Komando Kewilayahan Turut Suskseskan Pembangunan Nasional dan Tumbuhkan Nilai Imunitas Bangsa


Majalah Saung Teritori. Misi strategis yang diemban oleh TNI, dalam hal ini Komando Kewilayahan adalah bersama-sama dengan seluruh instansi pemerintah daerah, bersinergi melaksanakan pembangunan di semua bidang. Komando Kewilayahan bertugas mewujudkan ketahanan wilayah dari segala ancaman yang dapat mengganggu keberlangsungan pembangunan nasional dan  menumbuhkan nilai luhur bangsa dan kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono pada peresmian pembentukan Korem Pembentukan Korem 133/Nani Wartabone (NW),  Kodam XIII/Merdeka di Provinsi Gorontalo, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan Kasad, Permasalahan bangsa dan tantangan perkembangan dunia saat ini demikian kompleks, menuntut kita semua dan seluruh komponen Bangsa untuk bersatu serta bekerja sama membangun daerah kita masing-masing guna menghadapi tantangan tersebut. Pemerintah dan TNI-Polri tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan serta partisipasi dari masyarakat.

“Apabila kita bersatu dan berkontribusi di bidang kita masing-masing dalam membangun kampung halaman kita ini, saya yakin Gorontalo akan terus maju, “ ujar Kasad.

Pembentukan Korem 133/NW sendiri merupakan konsekuensi logis dari berdirinya Provinsi Gorontalo pada tahun 2000, setelah sebelumnya adalah bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini tentunya berdampak langsung pada perubahan beban kerja dan mekanisme kerja antara pemerintah daerah dan instansi pemerintahan di wilayah. TNI AD mengikuti perkembangan ini, dengan menelaah dan merencanakan pembentukan satuan setingkat Korem di Gorontalo .

Keberhasilan satuan berawal dari kesiapan elemen internal satuan tersebut dan interaksi satuan dengan lingkungan tugasnya. Oleh karena itu, Kasad menekankan kepada Danrem 133/NW agar mewujudkan pembinaan satuan yang efektif guna mewujudkan kesiapan operasional yang optimal.

“Jalin kerja sama dan sinkronkan program kerja Korem dengan pemerintah daerah serta aspirasi masyarakat guna mewujudkan tugas-tugas pembinaan teritorial dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan di darat, “ harap Kasad.

Diungkapkan Jenderal TNI Mulyono, untuk mendukung tugas tersebut, komando kewilayahan harus dapat menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur bangsa yang terkandung di dalam Pancasila dan kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Lebih dalam Kasad Jenderal TNI Mulyono menyampaikan,  nilai-nilai itu terpancar dari sikap menghargai perbedaan dan keragaman budaya bangsa, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan kepercayaan diri, serta semangat kebersamaan dan gotong royong.

“ Nilai-nilai luhur ini sesungguhnya merupakan hakikat dari apa yang saya sebut kekebalan atau Imunitas Bangsa kita dalam menghadapi virus-virus perpecahan dan segala macam ancaman potensial yang datang dari dalam maupun luar negeri. Imunitas Bangsa yang sudah kita miliki adalah apa yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah teruji keandalannya dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman, namun Indonesia tetap teguh dan tegak sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, hormatilah  nilai-nilai luhur tersebut agar keberadaan Korem 133/NW dapat menjadi elemen perekat dan pemersatu bagi semua kalangan, “ ungkap Kasad.

Berdasarkan Perkasad Nomor 6 Tahun 2018 tanggal 26 Februari 2018, Korem 133/Nani Wartabone telah dibentuk dengan membawahi 2 Kodim dan 1 Yonif yaitu Kodim 1304/Gorontalo (alih Kodal dari Korem 131/Santiago), satu Kodim pembentukan baru (Kodim 1313/Pohuwato) dan Yonif 713/Satyatama yang sebelumnya berada di bawah Brigif 22/Ota Manasa.

Kasad kembali menekankan, dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilleg dan Pilpres 2019  mendatang, TNI AD senantiasa berkomitmen untuk tetap konsisten menjaga netralitasnya sebagai alat negara di bidang pertahanan, sesuai yang sudah diamanatkan Undang-Undang untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Selain itu TNI AD akan selalu waspada terhadap upaya-upaya provokatif yang dapat menarik TNI AD keluar dari netralitas tersebut. Hal ini penting, karena indikasi keberpihakan  TNI AD pasti akan dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memperoleh keuntungan politik.

Pembangunan Korem 133/Nani Wartabone dimulai pada Maret 2017, ditandai peletakan batu pertama oleh Panglima Kodam XIII/Merdeka yang kala itu dijabat Mayjen TNI Ganip Warsito, pembangunan Markas Korem 133/Nani Wartabone terus dikebut.

Dukungan kelancaran pembangunan korem 133/Nani Wartabone juga ikut diberikan Pemprov Gorontalo bersama jajaran pemerintah kabupaten/kota Gorontalo. Sinergi itu membuat pembangunan korem 133/Nani Wartabone berjalan lancar dan cepat.

Pada acara peresmian pembentukan Korem 133/WN juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen  TNI Tiopan Aritonang dan unsur Forkompinda Provinsi dan Kabupaten Gorontalo.

Kamis, 13 September 2018

Kasad : Jangan Pernah Berhenti Menempa Diri Jadi Prajurit Profesional


Majalah Saung Teritori. Tantangan yang dihadapi TNI AD ke depan semakin kompleks, seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta perkembangan lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan negara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)  Jenderal TNI Mulyono dihadapan para prajurit Kodam XIII/Merdeka pada pengarahannya di Gorontalo, Rabu (12/9/2018).

Jenderal TNI Mulyono  menekankan kepada para  prajuritnya untuk selalu meningkatkan profesionalisme prajurit.

"Jangan pernah berhenti menempa diri menjadi prajurit-prajurit profesional yang jago perang, jago tembak, jago beladiri, serta memiliki fisik yang prima", tegas Kasad.

Disampaikannya, Komandan satuan (Dansat)  harus serius dan konsisten dalam menjabarkan visi ini dengan menyusun program latihan yang efektif dan melibatkan seluruh anggotanya.

"Manfaatkan secara maksimal fasilitas latihan yang ada dan berdayakan pelatih-pelatih terbaik yang ada di jajaran Kodam XIII/Merdeka untuk mendapatkan hasil latihan yang maksimal. Pedomani prosedur dalam latihan guna menghindari kecelakaan yang menyebabkan kerugian personel dan materiil satuan," imbuh Kasad.

Selain menekankan kemampuan dan profesionalitas prajuritnya, Kasad juga menekankan untuk menjaga soliditas antara TNI, Polri, Pemda dan seluruh komponen masyarakat.

" Tingkatkan sinergi antara TNI, Polri dan Pemda guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah Gorontalo, terutama menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019 mendatang," tegasnya.

Dalam pengarahannya Kasad mengapresiasi para Babinsa yang telah melaksanakan tugasnya melebihi  panggilan tugas. Telah banyak Babinsa yang memberikan kontribusi nyata yang positif terhadap permasalahan masyarakat maupun Babinsa yang berprestasi atas dedikasinya dalam menjalankan tugasnya.

Kasad juga berharap kepada kepada seluruh prajuritnya untuk  menjalin komunikasi yang erat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan segenap komponen bangsa di daerah guna memelihara toleransi dan menciptakan suasana yang kondusif di wilayah tanggung jawab satuan.